Nabi Saleh a.s.
Nabi Saleh a.s. adalah anak kepada Ubaid bin Jabir bin Tsamud. Kaumnya bernama Tsamud.Salasilah lengkapa ialah: Saleh bin Ubaid bin Asief bin Masyih Bin Abid bin Hadzir bin Tsamud bin Saleh bin Arfashad bin Sam bin Nuh bin Adam.
Kaum Tsamud ialah nama yang dibangsakan kepada nama datuknya yang bernama Tsamud bin Amir bin Iram bin Sam bin Nuh. Jadi Saleh adalah keturunan Nabi Nuh a.s. yang keenam. Kaum Tsamud ini menempati daerah yang semula ditempati oleh ‘Ad. Negeri itu telah kosong ditinggalkan oleh bangsa ‘Ad kerana musnah, tetapi lama kelamaan diNegeri itu terdapat suatu bangsa yang menempati dan mendiaminya. Bangsa baru inilah yang dinamakan bangsa Tsamud. Mereka itulah yang menguasai daerah yang semula dikuasai oleh kaum ‘Ad.
Bangsa Tsamud ini penuh dengan harta benda, senang dan bahagia tidak kekurangan suatu apa pun. Tetapi mereka lupa sama sekali kepada Tuhan, tidak kenal sama sekali kepada Allah. Kerana mereka lama kelamaan mereka semakin jahat, jauh dari segala yang baik, malah menjadi sesombong-sombongnya.
Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tidak akan membiarkan hamba-hambanya berada dalam kegelapan terus menerus tanpa diutuskan Nabi Pesuruh dari sisiNya untuk memberi penerangan dan membimbing mereka keluar dari jalan yang sesat kepada jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab atau seksa kepada sesuatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberikan petunjukkan oleh Nya dengan perantaraan seseorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasulNya.
Sunnatullah ini berlaku pula bagi kaum Tsamud yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Saleh, seorang yang telah dipilihNya dari suku mereka sendiri, dan keluarganya yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik , pandai, rendah hati dan ramah-ramah dalam pergaulan.
Dikenalkanlah mereka oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatutnya mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, menciptakan alam semesta, mencipta tanah-tanah yang subur dan menghailkan bahan-bahan keperluan hidup mereka, menciptakan binatang-binatang yang memberi manafaat dan berguna bagi mereka dan dengan demikian memberi kepada mereka kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagian lahir dan batin.. Tuhan Yang Maha Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.
Dengan susah payah, Nabi Saleh menyeru kaumnya agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala-berhala mereka, tetapi mereka tetap tidak mahu beriman.
Ajakan dan seruan Nabi Saleh a.s. kepada kaumnya itu tidak dihiraukan oleh mereka, bahkan mereka mengejek dengan mengatakan: “Bahawa Nabi Saleh itu hanya seorang manusia biasa saja.”
Nabi Saleh sedar tentangan kaumnya yang menuntut bukti daripadanya berupa mukjizat itu, adalah semata-mata bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya dimata kaumnya terutama para pengikutnya, sekiranya dia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mereka.
Nabi Saleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dari mereka, bila dia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahawa mereka akan meninggalkan agama dan persembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.
Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud, berDoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mengalahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu.
Dia memohon dari Allah dengan kekuasaanNya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat disisi bukit yang mereka tunjuk.
Maka sejurus kemudian, dengan seizin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta, terbelahlah batu karang yang ditunjukkan itu dan keluarlah dari perutnya seekor unta betina.
Dengan menunjukkan kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu, berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:
“ Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri diatas bumi Allah, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahawa Allah akan menurunkan azabNya bila kamu sampai mengganggu binatang ini.”
Salah satu bukti kerasulan Nabi Saleh adalah seekor unta pemberian Allah yang tidak boleh diganggu.
Oleh kerana mereka tidak percaya, mereka mengganggu unta tadi dan mereka menyembelihnya. Sesudah itu, mereka dating kepada Nabi Saleh dan mereka berkata:
“Jika benar engaku utusan Allah, buktikanlah seksaan yang engkau janjikan dahulu itu, unta itu telah kami sembelih.”
Jawab Nabi Saleh a.s.: “Kami boleh menyaksikan sendiri dalam tiga hari ini, kerana azab Tuhan telah dekat.”
Kenyataan Nabi Saleh, nyata telah terbukt isebagaimana firman Allah:
“Mereka lalu disambar petir, maka matilah mereka diNegeri itu.” (Surah Al’araf ayat 78)
Orang yang beriman kepada Allah SWT selalu mendapat pertolongan dan pelindungan Allah, begitu juga Nabi Saleh dan pengikutnya
Sebelum azab itu datang Nabi Saleh beserta orang-orang yang beriman telah pergi dahulu dengan meninggalkan pesannya, sebagaimana tersebut dalam Al Quran bermaksud:
“Saleh berpaling dari mereka seraya berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah Allah kepada mud an aku telah memberi nasihat, tetapi kamu tidak suka kepada orang yang memberi nasihat.” (surah Al ‘Araf ayat 79)
Dengan azab ini habislah negeri itu, dibinasakan Allah, sedangkan Nabi Saleh serta pengikutnya pindah keNegeri lain di Hadramaut, sedang menurut riwayat lain beliau pindah keNegeri Makkah., Adapun mereka yang terlepas dari azab Allah waktu itu ialah hanya seramai 120 orang saja dan mereka diNegeri yang baru itulah mereka memulai menyusun kehidupan yang baru.
Kepada Allah SWT kami mohon taufik dan hidayahNya,
Amin